Production Output, Co-Products, and By-Products

Definition

Production Output, Co-Products, and By-Products adalah kerangka kerja dalam sistem ERP yang mengelola dan mencatat seluruh hasil fisik yang keluar dari proses manufaktur—mulai dari barang jadi utama (Primary Finished Goods), produk bersama bernilai setara (Co-Products), produk sampingan bernilai rendah (By-Products), hingga limbah pembuangan dan barang afkir (Scrap & Waste).

Dalam dunia nyata, proses manufaktur jarang sekali menghasilkan 100% barang jadi sempurna tanpa sisa. Proses pemotongan pelat baja menghasilkan sisa potongan besi (metal scrap), pemurnian minyak mentah menghasilkan bensin, solar, dan aspal secara simultan, serta perakitan elektronik menghasilkan unit afkir yang gagal uji kendali mutu (defective rejects). Sistem ERP wajib memodelkan seluruh spektrum output ini secara akurat untuk memastikan pencatatan persediaan fisik yang presisi dan alokasi biaya pokok produksi yang adil.


Spektrum Hasil Keluaran Manufaktur (Manufacturing Output Spectrum)

Hubungan antara bahan baku masukan (input) dengan variasi keluaran (outputs) dimodelkan sebagai berikut:

flowchart TD
    Input["Bahan Baku Masukan (Raw Materials & Conversion Cost)<br/>Total Nilai: Rp10.000.000"]
    --> Process["Proses Konversi Manufaktur (Shop Floor Process)"]
    
    Process --> MainOut["(1) Primary Finished Good (Produk Utama)<br/>Tujuan komersial utama pembuatan pesanan (Contoh: Laptop Pro)"]
    Process --> CoProd["(2) Co-Products (Produk Bersama)<br/>Produk sampingan bernilai tinggi yang dihasilkan simultan"]
    Process --> ByProd["(3) By-Products (Produk Sampingan)<br/>Keluaran residu bernilai komersial minor (Contoh: Potongan Logam)"]
    Process --> Scrap["(4) Scrap / Waste (Afkir & Limbah)<br/>Material cacat tanpa nilai ekonomis wajar (Contoh: Serbuk Gergaji)"]

Karakteristik dan Perlakuan Akuntansi Setiap Tipe Keluaran

Sistem ERP membedakan perlakuan persediaan dan akuntansi biaya berdasarkan kategori output:

Tipe KeluaranKarakteristik KomersialPerlakuan Mutasi Persediaan GudangMetode Alokasi Biaya Produksi (Costing Treatment)
Primary OutputProduk utama yang ditargetkan dalam pesanan penjualan (Sales Order).Menambah saldo persediaan barang jadi di gudang (Finished Goods Warehouse).Menyerap porsi biaya terbesar dari total akumulasi biaya di akun WIP.
Co-ProductProduk yang keluar bersamaan dan memiliki nilai komersial substansial yang sebanding dengan produk utama.Diberi kode SKU mandiri; menambah stok barang jadi sebagai entitas persediaan resmi.Joint Cost Allocation: Biaya dibagi proporsional menggunakan metode nilai jual relatif (Relative Sales Value) atau bobot fisik (Physical Measure).
By-ProductResidu atau hasil turunan tak terhindarkan yang bernilai komersial rendah (dapat dijual sebagai barang bekas/limbah).Dilacak kuantitas fisiknya di gudang penampungan barang sisa (Scrap Yard).Net Realizable Value (NRV) Credit: Estimasi nilai pasar bersih by-product dikreditkan sebagai pengurang biaya produk utama di akun WIP.
Scrap / RejectKomponen cacat, pecah, atau potongan kecil yang tidak dapat digunakan kembali dan tidak memiliki nilai jual material.Dikeluarkan dari pesanan produksi; dipindahkan ke lokasi afkir (Scrap Location).Nilai biaya bahan yang hangus tetap terserap di dalam biaya produk utama yang berhasil lolos (menaikkan biaya per unit produk jadi).

Metrik Efisiensi Produksi: Yield vs. Scrap Rate

Dalam mengevaluasi keandalan proses manufaktur, ERP menghitung indikator hasil secara matematis:

1. Production Yield (Rasio Keberhasilan Produksi)

Persentase bahan atau unit yang berhasil diubah menjadi produk jadi yang memenuhi standar kualitas:

  • Contoh: Manufacturing Order menargetkan 100 unit Laptop Pro. Di akhir lini perakitan, 96 unit dinyatakan lolos uji QC, 4 unit dinyatakan cacat permanen (scrap).

2. Scrap Rate (Tingkat Kehilangan / Afkir)

Persentase material yang terbuang selama proses pengerjaan:


Mekanisme Alokasi Biaya: Co-Products vs. By-Products

Untuk memahami dampak finansialnya di buku besar akuntansi, perhatikan perbandingan dua skenario manufaktur berikut:

Skenario A: Perlakuan By-Product (Pengurang Biaya Pokok)

  • Kasus: Pemotongan pelat casing laptop menghasilkan 100 unit sasis laptop utama dan 50 Kg potongan sisa aluminium (by-product).
  • Total biaya produksi yang terakumulasi di akun WIP = Rp10.000.000.
  • Potongan sisa aluminium dapat dijual ke pengepul daur ulang seharga Rp10.000/Kg (Total nilai realisasi = Rp500.000).
  • Perlakuan Finansial:
    • Nilai by-product mengurangi beban biaya produk utama:
  • Jurnal Finansial Penerimaan Hasil (Perpetual):
    • (Dr) Persediaan Barang Jadi (Sasis Laptop): Rp9.500.000
    • (Dr) Persediaan Produk Sampingan (Aluminium Scrap): Rp500.000
    • (Cr) Persediaan Barang Dalam Proses (WIP): Rp10.000.000

Skenario B: Perlakuan Scrap Normal vs. Abnormal (IAS 2)

Standar akuntansi internasional IAS 2 (Inventories) Paragraf 16 membedakan secara tegas antara penyusutan wajar (normal scrap) dan pemborosan di luar batas wajar (abnormal waste):

flowchart TD
    ScrapEvent["Terjadi Afkir Material / Scrap di Lantai Pabrik"]
    --> CheckNorm{Apakah Masih Dalam<br/>Batas Toleransi BOM?}
    
    CheckNorm -- "Ya (Normal Scrap, Misal: 2%)" --> Absorb["Dikapitalisasi ke Biaya Barang Jadi:<br/>Biaya scrap diserap oleh unit yang selamat.<br/>Harga pokok per unit barang jadi naik wajar."]
    
    CheckNorm -- "Tidak (Abnormal Waste, Misal: Banjir/Kelalaian)" --> DirectExpense["DILARANG Masuk Persediaan!<br/>Wajib langsung dibebankan ke Laporan Laba Rugi:<br/>(Dr) Beban Kerusakan Abnormal (P&L)<br/>(Cr) Barang Dalam Proses (WIP)"]

ERP Implementation Comparison

AspekOdoo EnterpriseERPNextMicrosoft Dynamics 365 SCM
Konfigurasi By-ProductsTab khusus By-products pada formulir BOM: mendefinisikan produk turunan, kuantitas per unit, dan lokasi penyimpanan target.Tabel anak Scrap Item pada dokumen BOM atau penerbitan dokumen Stock Entry bertipe scrap.Konfigurasi formal pada formulir Formula / BOM: tab Co-products and By-products dengan metode alokasi biaya.
Metode Alokasi Biaya BersamaNilai biaya dialokasikan berdasarkan persentase biaya (Cost Share %) yang dikonfigurasi pada baris by-product.Nilai scrap dialokasikan sebagai pengurang biaya produksi dasar secara otomatis.Sangat komprehensif: Mendukung metode alokasi joint-cost tingkat lanjut (TCA - Total Cost Allocation, Relative Sales Value, Physical Quantity).
Pencatatan Scrap di Shop FloorTombol khusus Scrap pada antarmuka Work Order lantai kerja yang memindahkan barang ke lokasi afkir sistemik.Tombol Scrap Item pada Work Order yang memotong saldo material dari proses manufaktur.Menggunakan jurnal afkir khusus: Scrap Journal atau pelaporan afkir langsung pada layar kartu rute (Route Card).

Untuk perancangan modul Hasil Produksi dan By-Products pada sistem ERP enterprise seperti Naventra:

  1. Skema Database Hasil Produksi Multi-Output:
    CREATE TABLE mo_production_outputs (
        id UUID PRIMARY KEY DEFAULT gen_random_uuid(),
        manufacturing_order_id UUID NOT NULL REFERENCES manufacturing_orders(id),
        output_type VARCHAR(20) NOT NULL, -- 'PRIMARY_FG', 'CO_PRODUCT', 'BY_PRODUCT', 'SCRAP'
        item_id UUID NOT NULL REFERENCES items(id),
        target_warehouse_id UUID NOT NULL REFERENCES warehouses(id),
        target_storage_location_id UUID REFERENCES storage_locations(id),
        lot_number VARCHAR(100),
        serial_number VARCHAR(100),
        
        quantity_completed NUMERIC(15, 4) NOT NULL,
        cost_allocation_pct NUMERIC(5, 2) NOT NULL DEFAULT 100.00, -- Persentase alokasi biaya WIP
        unit_cost NUMERIC(18, 4) NOT NULL,
        total_value NUMERIC(18, 4) GENERATED ALWAYS AS (quantity_completed * unit_cost) STORED,
        
        received_at TIMESTAMP WITH TIME ZONE DEFAULT NOW()
    );
  2. Pemberlakuan Batas Alokasi Biaya Total (100% Cost Rule): Backend wajib memvalidasi bahwa total persentase alokasi biaya gabungan antara produk utama dan seluruh co-products tepat sama dengan 100%:
  3. Pemisahan Jalur Penerimaan Fisik: Sediakan otomatisasi penentuan lokasi gudang target: baris bertipe PRIMARY_FG dialokasikan ke Finished Goods Warehouse, sedangkan baris bertipe SCRAP secara otomatis diarahkan ke Quarantine/Scrap Yard agar tidak bercampur dengan stok komersial.

References

  • IFRS Foundation. IAS 2: Inventories (Paragraph 14: Joint Products, Co-Products, and By-Products Cost Allocation).
  • ASCM / APICS. APICS Dictionary: Co-Products, By-Products, Scrap Factor, and Production Yield Metrics.
  • Microsoft Learn. Co-products and By-products Architecture in Dynamics 365 Supply Chain Management.
  • Frappe ERPNext Documentation. Managing Scrap and By-products in Manufacturing.
  • Odoo 17 Documentation. By-products Management and Finished Goods Registration.